Menu Close

Jangan Sembarangan Beri Mie Untuk Bayi

mie untuk bayi

Mie instan merupakan jenis makanan yang praktis dan lezat dan disukai oleh banyak orang di dunia. Bahkan, ada beberapa mie untuk bayi yang dibuat khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan anak serta aman untuk pencernaan dan tubuh si kecil. Namun, Anda tidak boleh sembarangan dalam memberi mie untuk bayi. Meskipun mie instan memiliki harga yang terjangkau dan mudah untuk disiapkan, ada ketakutan dan kekhawatiran tersendiri bahwa mie instan pada umumnya memiliki efek kesehatan yang negatif. Hal ini disebabkan karena kebanyakan mie instan hanya mengandung sedikit nutrisi dan memiliki kandungan sodium dan MSG yang cukup tinggi. Sehingga, apabila Anda ingin memberikan mie untuk bayi sebagai MPASI, Anda harus memilih mie khusus yang khusus dibuat untuk si kecil. 

Mie untuk bayi berbeda dengan mie instan pada umumnya. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat mie instan di antaranya adalah tepung, garam, dan minyak sawit. Bumbu mie instan biasanya terbuat dari garam, bumbu, dan MSG atau monosodium glutamate. Masing-masing merek mie instan memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Namun, kebanyakan mie instan memiliki kandungan kalori, serat, dan protein yang rendah, dengan kandungan lemak, karbohidrat, dan sodium yang tinggi. Misalnya, salah satu mie instan ramen rasa sapi mengandung nutrisi yang terdiri dari 188 kalori, 27 gram karbohidrat, 7 gram lemak total, 3 gram lemak jenuh, 4 gram protein, 0,9 gram serat, dan 861 mg sodium. Dengan 188 kalori per sajian, mie instan mengandung kalori lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis pasta. Misalnya, lasagna mengandung 377 kalori dan spaghetti dan bakso mengandung 257 kalori. 

Karena mie instan mengandung kalori dalam jumlah rendah, konsumsi makanan ini dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, penting untuk diingat bahwa mie instan rendah kandungan serat an protein, sehingga jenis makanan ini bukanlah pilihan terbaik dalam menurunkan berat badan secara efektif. Ini dikarenakan protein telah diketahui dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar, sehingga protein bertindak sebagai alat yang berguna dalam manajemen berat badan. Serat, di sisi lain, akan bergerak dengan perlahan melewati saluran pencernaan Anda, membantu memberikan rasa kenyang sekaligus menurunkan berat badan. Hanya dengan 4 gram protein dan 1 gram serat per sajian, konsumsi mie instan mungkin tidak akan efektif dalam mengatasi lapar atau membuat Anda menjadi lebih kenyang. Sehingga, meskipun kandungan kalorinya cukup rendah, mie instan bukanlah pilihan terbaik bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. 

Kandungan MSG dalam mie instan

Kebanyakan mie instan mengandung sebuah bahan yang dikenal dengan sebutan MSG, yang mana merupakan singkatan dari monosodium glutamate. Ini adalah bahan yang biasa ditambahkan ke dalam makanan untuk memperkuat rasa pada makanan olahan. Meskipun FDA menganggap MSG aman untuk dikonsumsi, potensi efeknya terhadap kesehatan masih cukup menimbulkan kontroversi. Beberapa studi telah menghubungkan konsumsi MSG berlebih dengan peningkatan berat badan, tekanan darah, sakit kepala, dan mual. Namun, studi tidak menemukan hubungan antara berat badan MSG ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. 

Dengan sedikitnya nutrisi bermanfaat dan adanya kandungan MSG di dalam mie instan, orang tua tidak boleh sembarangan dalam memberikan mie untuk bayi sebagai bagian dari MPASI mereka. Konsultasi dengan dokter seputar makanan apa saja yang cocok untuk dijadikan MPASI. Dokter dapat merekomendasikan mie untuk bayi yang tepat, bernutrisi, dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *