Menu Close

Vaksin Japanese Encephalitis, Apa Saja Kegunaannya?

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Japanese Encephalitis? Kondis ini merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui pemberian vaksin Japanese Encephalitis

Saat terserang penyakit ini, Anda tidak bisa menularkannya ke orang lain. Penularan terjadi melalui paparan dengan nyamuk, serupa dengan penyebab terjadinya Demam Berdarah. 

Mengenal Vaksin Japanese Encephalitis

Pemberian vaksin ini berguna untuk mencegah Anda maupun anak Anda dari risiko penyakit Japanese Encephalitis. Vaksin ini hanya mendapat izin untuk diberikan kepada anak-anak dalam rentang usia dua bulan sampai dengan 16 tahun.

Vaksin ini diberikan melalui dua dosis. Jarak antara dosis pertama dengan dosis kedua adalah 28 hari. 

Meskipun diprioritaskan untuk anak-anak, bukan berarti vaksin ini tidak boleh diberikan kepada orang dewasa. Untuk orang dewasa dalam rentang usia 18 sampai 65 tahun, dosis kedua diberikan dalam jarak 7 hari setelah pemberian dosis pertama vaksinasi. 

Kemudian, orang dewasa perlu mendapatkan satu dosis terakhir yang harus diberikan setidaknya satu minggu sebelum melakukan perjalanan. 

Dosis ketiga ini diberikan apabila seseorang telah menerima vaksin dalam waktu satu tahun atau lebih sebelumnya. Kemudian, pertimbangan pemberian dosis ketiga juga dilakukan apabila seseorang dipandang memiliki risiko lanjutan untuk infeksi virus atau potensi terpapar ulang oleh virus. 

Mengapa perlu mendapatkan vaksin?

Untuk memahami pentingnya vaksin Japanese Encephalitis, pertama-tama Anda perlu terlebih dahulu mengetahui risiko dari penyakit Japanese Encephalitis. 

Japanese Encephalitis adalah virus yang bisa menginfeksi kuda, babi, serta manusia. Pada babi dan kuda, ini bisa menyebabkan keguguran. 

Virus tinggal pada inang yang ada pada burung. Kemudian, nyamuk menjadi pembawa virus tersebut. Nyamuk sendiri tidak bisa terinfeksi oleh virus Japanese Encephalitis, namun bisa menularkannya, termasuk kepada manusia.

Dari sinilah manusia bisa terinfeksi oleh virus tersebut. Ini biasanya paling umum terjadi di negara-negara kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, pemberian vaksin umumnya diberikan kepada masyarakat di negara-negara tersebut. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa Anda perlu mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis. Karena, sebagai penduduk Indonesia, Anda juga memiliki potensi untuk terkena penyakit ini. 

Bagaimana jika sudah terinfeksi?

Begitu terinfeksi, Anda mungkin tidak akan langsung merasakan gejala dari penyakit Japanese Encephalitis. Akan tetapi, gejala baru akan benar-benar dirasakan sekitar lima sampai lima belas hari setelah terinfeksi. 

Gejala yang ringan hanya akan menimbulkan demam dan sakit kepala. Akan tetapi, dalam kasus yang parah, ini akan menyebabkan gejala berupa:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Gemetar
  • Mual dan muntah
  • Leher kaku
  • Kejang dan kelumpuhan

Pada kondisi yang sangat buruk, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak. Ini ditandai dengan pingsan, disorientasi, koma, serta kejang pada anak. 

Begitu hal ini terjadi, maka Anda perlu segera membawa diri Anda atau anak ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perawatan secepat mungkin dan terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Apabila Anda sudah pernah menerima vaksin Japanese Encephalitis, bukan berarti Anda bisa seratus persen terhindar dari penyakit tersebut. Hanya saja, risiko untuk mengalami gejala yang parah jauh lebih rendah.

Tidak hanya itu, Anda pun terhindar dari kemungkinan komplikasi yang lebih serius. Setelah diobati pun, Anda bisa sembuh dengan lebih cepat apabila Anda pernah melakukan vaksin Japanese Encephalitis. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *